Tentang Jilbab
Indonesia
ARTI JILBAB :
Secara bahasa,
dalam kamus al Mu’jam al Wasith 1/1A28, disebutkan bahwa
jilbab memiliki beberapa makna, yaitu:
- Qomish (sejenis jubah).
- Kain yang menutupi seluruh
badan.
- Khimar (kerudung).
- Pakaian atasan seperti milhafah
(selimut).
- Semisal selimut (baca:
kerudung) yang dipakai seorang wanita untuk menutupi tubuhnya.
DASAR HUKUM MEMAKAI JILBAB BAGI MUSLIMAH :
Perintah jilbab diturunkan
saat zaman rasulullah SAW. Sejarah menyebutkan bahwa perintah berjilbab dan
mengenakan hijab turun saat Rasulullah sering mengadakan jamuan makan bersama
dengan tamu-tamunya. Karena tamu diundang ke rumah Rasulullah maka saat makan
dan mengobrol mereka bebas keluar masuk rumah Rasul SAW. Hal ini berpotensi
menimbulkan fitnah dimana istri-istri Rasul saat itu belum mengenakan
hijab.
·
Qs
Al Ahzab ayat 59
Allah SWT kemudian menurunkan firmannya dalam
surat Al Ahzab ayat 53 yang berbunyi
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ
آمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتَ النَّبِيِّ إِلَّا أَنْ يُؤْذَنَ لَكُمْ إِلَىٰ
طَعَامٍ غَيْرَ نَاظِرِينَ إِنَاهُ وَلَٰكِنْ إِذَا دُعِيتُمْ فَادْخُلُوا فَإِذَا
طَعِمْتُمْ فَانْتَشِرُوا وَلَا مُسْتَأْنِسِينَ لِحَدِيثٍ ۚ إِنَّ ذَٰلِكُمْ
كَانَ يُؤْذِي النَّبِيَّ فَيَسْتَحْيِي مِنْكُمْ ۖ وَاللَّهُ لَا يَسْتَحْيِي
مِنَ الْحَقِّ ۚ وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ
حِجَابٍ ۚ ذَٰلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ ۚ وَمَا كَانَ لَكُمْ
أَنْ تُؤْذُوا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا أَنْ تَنْكِحُوا أَزْوَاجَهُ مِنْ بَعْدِهِ
أَبَدًا ۚ إِنَّ ذَٰلِكُمْ كَانَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمًا
Hai orang-orang yang
beriman, janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan
untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya), tetapi jika
kamu diundang maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik
memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi lalu Nabi malu kepadamu (untuk
menyuruh kamu keluar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila
kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka
mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan
hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula)
mengawini isteri-isterinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya
perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah. (QS Al Ahzab ayat 53)
·
QS
Al Ahzab ayat 53
Perintah berjilbab juga disebutkan dalam ayat
lain dalam Alqur’an yakni sebagai berikut
يَا أَيُّهَا
النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ
عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا
يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمً
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak
perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan
jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah
untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Al ahzab ayat 59)
SYARAT-SYARAT MENGENAKAN JILBAB BAGI
MUSLIMAH :
1.
Menutup seluruh badan selain yang dikecualikan
Syarat pertama berhijab yang benar menurut Al-Quran dan As-Sunnah adalah harus menutupi seluruh badan selain yang dikecualikan. Tentang hal ini Allah SWT berfirman dalam Al-Quran surah An-Nur : 31, yang artinya :
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya ( auratnya ), kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya ( auratnya ) kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung” (Qs. An-Nur : 31)
Dalam ayat diatas sudah sangat jelas dinyatakan bahwa kriteria jilbab itu haruslah menutupi seluruh anggota tubuh kecuali muka dan telapak tangan.
2. Bukan berfungsi sebagai perhiasan
“…Dan janganlah kaum wanita itu menampakkan perhiasan mereka” (Qs An-Nur : 31)
Maksud dari ayat diatas adalah bahwa kriteria hijab tidak boleh memiliki banyak hiasan yang menyebabkan kaum lelaki melirikkan pandangan kepadanya.
3. Bahannya harus tebal dan tidak transparan.
Syarat hijab yang benar adalah harus terbuat dari bahan yang tebal serta tidak transparan. Karena jika bahan tersebut terbuat dari bahan yang tipis dan transparan, akan semakin memancing fitnah (godaan) dari pihak laki-laki.
4. Harus longgar, tidak ketat, sehingga tidak menggambarkan lekuk tubuhnya.
Syarat hijab yang dianjurkan juga harus longgar, tidak ketat, dengan demikian tidak akan menggambarkan bentuk lekuk tubuhnya.
Syarat pertama berhijab yang benar menurut Al-Quran dan As-Sunnah adalah harus menutupi seluruh badan selain yang dikecualikan. Tentang hal ini Allah SWT berfirman dalam Al-Quran surah An-Nur : 31, yang artinya :
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya ( auratnya ), kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya ( auratnya ) kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung” (Qs. An-Nur : 31)
Dalam ayat diatas sudah sangat jelas dinyatakan bahwa kriteria jilbab itu haruslah menutupi seluruh anggota tubuh kecuali muka dan telapak tangan.
2. Bukan berfungsi sebagai perhiasan
“…Dan janganlah kaum wanita itu menampakkan perhiasan mereka” (Qs An-Nur : 31)
Maksud dari ayat diatas adalah bahwa kriteria hijab tidak boleh memiliki banyak hiasan yang menyebabkan kaum lelaki melirikkan pandangan kepadanya.
3. Bahannya harus tebal dan tidak transparan.
Syarat hijab yang benar adalah harus terbuat dari bahan yang tebal serta tidak transparan. Karena jika bahan tersebut terbuat dari bahan yang tipis dan transparan, akan semakin memancing fitnah (godaan) dari pihak laki-laki.
4. Harus longgar, tidak ketat, sehingga tidak menggambarkan lekuk tubuhnya.
Syarat hijab yang dianjurkan juga harus longgar, tidak ketat, dengan demikian tidak akan menggambarkan bentuk lekuk tubuhnya.
MANFAAT
MENGENAKAN HIJAB BAGI MUSLIMAH :
1.
Selamat dari adzab Allah (Adzab Neraka)
Dengan istiqomah
memakai hijab, dan menjaga akhlak InsyaAllah kita akan terhindar dari adzab
Allah sekaligus mentaati perintah Allah SWT. Sebagaimana Rosullullah SAW bersabda;
dari Abu Hurairah yg diriwayatkan oleh Imam Muslim
“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” [HR. Muslim no. 2128, dari Abu Hurairah]
“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” [HR. Muslim no. 2128, dari Abu Hurairah]
Imam An-Nawawi rahimahullah
menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “Wanita-wanita yang berpakaian
namun telanjang” adalah mereka yang memakai pakain dan menutup sebagian
tubuhnya tetapi menampakkan sebagian yg lain dengan maksud menunjukkan
kecantikannya.
2. Wanita
berhijab akan seperti bidadari surga
“Dalam surga itu ada
bidadari-bidadari yang menundukkan pandangannya, mereka tak pernah disentuh
seorang manusia atau jin pun sebelumnya.” (QS. Ar-Rahman: 56).
“Mereka laksana permata yakut dan marjan.”(QS.Ar Rahman: 5).
“Mereka laksan telur yang tersimpan rapi.”(QS.Ash Shaffaat: 49).
“Mereka laksana permata yakut dan marjan.”(QS.Ar Rahman: 5).
“Mereka laksan telur yang tersimpan rapi.”(QS.Ash Shaffaat: 49).
Dengan berhijab
wanita akan menjaga akhlaknya, sehingga memiliki sifat seperti bidadari surga.
Yaitu menundukkan pandangan, tidak pernah disentuh sama sekali oleh yang bukan
mahramnya, yang senantiasa berusaha untuk menjaga kehormatan diri. Wanita
seperti inilah merupakan perhiasan yang sangat berharga.
3. Terhindar
dari pelecehan dan gangguan lelaki nakal
Pelecehan seksual
terhadap wanita sering kali terjadi karena tingkah laku wanita itu sendiri. Kejahatan
memang bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Tetapi dengan memakai jilbab
kita akan meminimalisir kejahatan tersebut.
Biasanya kaum pria
akan segan menggoda wanita berhijab apalagi melecehkan. Kecuali jika peluang
tersebut diciptakan oleh wanita itu sendiri.
4. Memelihara
kecemburuan laki-laki
Sifat cemburu adalah
sifat yang telah Allah SWT tanamkan kepada hati laki-laki agar mereka lebih
menjaga harga diri wanita yg menjadi mahramnya. Cemburu merupakan sifat terpuji
dalam Islam.
“Allah itu cemburu
dan orang beriman juga cemburu. Kecemburuan Allah adalah apabila seorang mukmin
menghampiri apa yang diharamkan-Nya.” (HR. Muslim).
Bila hijab ditanggalkan, rasa cemburu laki-laki
akan hilang. Sehingga jika terjadi pelecehan terhadap wanita, tidak ada yang
akan membelanya.
5. Mencegah
Kanker Kulit
Salah satu manfaat
memakai hijab bagi kesehatan adalah mencegah kanker kulit. Kanker kulit bisa
terjadi karena terlalu sering terkena sinar Ultra Violet (UV), UV A dan UV B
yang menyentuh kulit secara langsung. Sinar UV tidak hanya bisa membakar kulit,
tetapi juga memicu mengaktifkan sel kanker pada kulit.
6.
Memperlambat penuaan
Penuaan merupakan
proses natural yang pasti akan dialami setiap orang. Dimana sel-sel dalam tubuh
pertumbuhan dan pembelahannya menjadi lambat sehingga menyebabkan gejala
penuaan seperti kulit keriput, rambut ubanan, dan lain sebagainya.
Sinar matahari memang
berperan penting bagi pembentukan vitamin D yang dibutuhkan untuk kesehatan
kulit. Akan tetapi secara ilmiah sinar matahari bisa merangsang pertumbuhan
melanosit (sel-sel melanin) untuk menghasilkan melanin. Produksi melanin yang
berlebih menyebabkan rusaknya jaringan kolagen dan elastin.
Jaringan kolagen dan
elastin sendiri berperan penting untuk menjaga kelenturan dan kemulusan kulit.
Sunblock maupun krim-krim kecantikan tidak mampu secara total melindungi kulit
kita dari sengatan matahari. Sehingga dengan memakai jilbab syar’i-lah yang
bisa melindungi kulit lebih baik lagi. Inilah salah satu manfaat memakai hijab
untuk kecantikan kulit. Selain itu masih banyak lagi manfaat berhijab yang lain
di bawah ini.
7. Menutupi
masalah pada rambut
Jika anda memiliki
kekurangan atau masalah pada rambut, memakai hijab adalah solusi sebagai
penutup kekurangan tersebut. Anda akan tetap bisa percaya diri dan bebas dari
rasa minder saat beraktifitas.
8. Mendidik
untuk senantiasa berperilaku baik
Mungkin banyak yang
mengatakan bahwa memakai jilbab bukan jaminan bagi kepribadian seseorang. Akan
tetapi, ketika seorang wanita telah memakai hijab syari dengan benar, maka dia
tentu saja akan berusaha untuk menjaga akhlaknya, lisannya, dalam menjalani
kehidupan sesuai syari’at Islam.
9. Terhindar
dari sifat centil dan tidak sopan
Seorang muslimah
yang berhijab tentu akan berpikir 100x untuk berperilaku centil atau
berperilaku tidak sopan, karena beban moral yang mereka emban. Bagi muslimah
yang serius dalam berhijab, tentu akan berusaha sebaik mungkin untuk menjaga
sikapnya dan menghindari segala tindakan tidak terpuji.
10.Terjaga
Kehormatannya
Wanita muslimah
berhijab tentu akan selalu menjaga kehormatan-nya seiring dengan ke-ilmu-an
yang dimilikinya. Karena dengan ilmu tersebut mereka mengetahui dan bisa
membedakan apa-apa yang harus dilakukan dan yang harus ditinggalkan. Muslimah
berhijab dan berilmu akan selalu menjaga akhlaknya dan merasa setiap langkahnya
selalu diawasi Allah SWT, sehingga menghindari kemaksiatan.
tumben alim
BalasHapusKok tumben to bukane biasa ya :)
Hapusaduh alim yaa:)
BalasHapusalimmnyoo
BalasHapuskasih tutorial jilbab dong
BalasHapussip
BalasHapusaduhhh
BalasHapusmasaaaa
BalasHapus